Logika berasal dari kata Yunani "logos" yang berarti ucapan, kata, akal budi, dan ilmu. Secara singkat logika itu adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat). Ilmu pengetahuan itu sendiri adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu.
Logika ini dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, logika sebagai ilmu. Maksudnya logika menyelidiki hukum-hukum atau asas-asa pemikiran yang tepat, lurus dan semestinya. Kedua, logika sebagai seni atau keterampilan. Maksudnya keterampilan adalah seni atau kecakapan menerapkan hukum-hukum atau asas-asas pemikiran itu agar bernalar dengan tepat, teliti, dan teratur.
Logika adalah suatu keterampilan. Hal itu berarti orang yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang logika sebagai ilmu, tidak dengan sendirinya menjamin bahwa orang itu dapat bernalar dengan teliti, tepat, dan teratur.
Macam-macam logika ada 2 yaitu:
- Logika kodratiah
Logika ini ada pada setiap manusia, karena kodratnya sebagai makhluk rasional. Akal budi yang dapat bekerja menurut hukum-hukum logika dengan cara yang spontan.
Tetapi dalam hal-hal yang sulit baik akal budinya maupun seluruh diri manusia dapat dan nyatanya dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. Selain itu baik manusia sendiri maupun perkembangan pengetahuannya sangat terbatas.
2. Logika ilmiah
Logika ini membantu logika kodratiah. Logika ini memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi. Dengan ini, akal budi bekerja dengan lebih tepatm lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman.
B. Sejarah Logika
Orang pertama yang melakukan pemikiran sistematis tentang logika adalah filsuf besar yang berasal dari Yunani yang bernama Aristoteles (384-322 Seb. M). Awal mulanya dinamakan analitika dan dialetika. Analitika merupakan penyelidikan terhadap argumentasi-argumentasi yang bertitik tolak dari putusan-putusan yang benar. Sedangkan, dialetika merupakan penyelidikan terhadap argumentasi-argumentasi yang bertitik tolak dari putusan-putusan yang masih diragukan.
Menurut Aristoteles, logika adalah persiapan yang mendahului ilmu-ilmu. atau dapat dikatakan bahwa logika adalah alat (organon) untuk mempraktekan ilmu pengetahuan. Aristoteles meninggalkan enam buah buku yang oleh murid-muridnya diberi nama to Organon. Keenam buku itu adalah Categoriae (tentang pengertian-pengertian), De Interpretatione (tentang keputusan-keputusan). Analytica Priora (tentang silogisme), Analytica Posteriora (tentang pembuktian), Topica (tentang metode berdebat) dan De Sophisticis Elenchis (tentang kesalahan-kesalahan berpikir).
Theophrastus memperkembangkan logika Aristoteles ini.
Orang pertama yang menggunakan istilah logika adalah Cicero (abad I Seb. Masehi) yang diartikan sebagai "seni berdebat".
Kemudian pada permulaan abad ke III M.Alexander Approdisias menggunakan istilah logika dengan arti yang dikenal sekarang.
Logika modern dirintis oleh tokoh-tokoh Inggris antara lain A. de Morgan (1806-1871) dan George Boole (1815-1864). Usaha ini mencapai puncaknya dalam karya besar A.N. Whitehead dan Bertrand Russel, yang dikenal sebagai "Principia Mathematica".
C. Manfaat Logika
- Logika menyatakan, menjelaskanm dan mempergunakan prinsip-prinsip abstrak yang dapat dipakai dalam semua lapangan ilmu pengetahuan (bahkan seluruh lapangan kehidupan).
- Logika dapat menambah daya berpikir abstrak. Dengan demikian, logika dapat melatih dan mengembangkan daya berpikir manusia mejadi disiplin inteletual.
- Logika mencegah pendasaran argumen pada otoritas, emosi dan prasangka.
- Logika -di masa yang sekarang dikenal sebagi "era or reason" - membantu orang untuk mampu berpikir sendiri, dan tahu membedakan yang benar dari yang salah.
- Logika membantu orang untuk apat berpikir lurus, tepat dan teratur sehigga orang itu memperoleh kebenaran dan menghindarikesesatan.
SUMBER:
- ALEX LANUR OFM
- ALEXANDER SERAN & MARIUS MULIADY WIJAYA






