MOTIVATION AS A GOAL AND DIRECTION IN LIFE
Resensi buku:
Katalog dalam terbitan (KDT)
Gunarsa, Singgih D.
* Psikologi Olahraga prestasi/ oleh Singgih D.Gunarsa.
* Cetakan 2
* Jakarta: Gunung Mulia, 2008.XX, 159 hlm.:21 cm
ISBN 978-979-687-239-8
Tulisan ini mengenai cerita saya yang memotivasikan diri saya untuk kuliah. Sebelumnya saya akan menjelaskan tentang arti dari motivasi yang di ambil dari buku "Psikologi OLahraga Prestasi" oleh Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa yang artinya sebagai suatu kekuatan atau tenaga pendorong untuk melakukan sesuatu hal atau menampilkan sesuatu perilaku tertentu. Di dalam buku ini terdapat perumusan singkat dalam kaitan olahraga, diberikan motivasi dapat di ibaratkan oleh GH.Sage (1977) sebagai ‘Motivation can be defined simply as the direction and intensity of one's effor’t.
Motivasi dapat membangkitkan kita dalam hal yang bersifat negatif. Contohnya menjauhkan kita dari rasa ketakutan atau malas. Disamping itu juga ada motivator yang dapat menyemangatkan kita untuk bangkit dari keterpurukan. Jadi, jelas bahwa motivasi untuk menampilkan suatu perilaku tertentu, dilandasi oleh adanya keinginan untuk mencapai atau memuaskan suatu kebutuhan. Motivasi untuk melakukansesuatu dapat datang dari diri sendiri, dikenal sebagai motivasi intrinsik, serta dapat pula datang dari lingkungan, atau disebut motivasi ekstrinsik.
Motivasi instrinsik merupakan dorongan atau kehendak yang kuat yang berasal dari dalam diri seseorang. Semakin kuat motivasi intrinsik yang dimiliki oleh seseorang, semakin besar kemungkinan ia memperlihatkan tingkah laku yang kuat untuk mencapai tujuan. sedangkan Motivasi ekstrinsik segala sesuatu yang diperoleh melalui pengamatan sendiri, ataupun melalui saran, anjuran atau dorongan dari orang lain.
Hal yang membuat saya termotivasi untuk kuliah karena dari keluarga yang menjadi motivator utama bagi saya. Kedua, orang yang saya sayangi seperti pacar, sahabat dan juga teman-teman saya. Semenjak tingkat SMA saya ingin cepat-cepat lulus, karena saya berniat ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi, tepatnya di UI. tapi, takdir tak berpihak kepada saya. Saya gagal untuk masuk PTN yang saya inginkan. Saya merasa sangat malu kepada orang yang telah memberikan motivasi kepada saya. Pada akhirnya saya mencari Perguruan tinggi Swasta, yaitu mencoba mendaftar di Universitas Gunadarma. Tetapi, ada saja musibah yang menimpa keluarga saya. Orangtua yang sangat saya sayangi, yaitu Ayah saya. Menderita penyakit stroke dan harus menjalani masa kritis di RS. Uang yang kini sudah di siapkan untuk mendaftar saya kuliah, sementara harus dipakai untuk membiayai pengobatan untuk ayah saya. Lalu saya mengurungkan niat untuk mengundurkan diri untuk kuliah. Alhamdulillah saya tetap tabah dalam menghadapi cobaan ini. Akhirnya saya berniat untuk bekerja, tetapi kakak-kakak saya tidak mengizinkan saya untuk bekerja. Tak dapat di bayangkan usaha Ibu dan kakak-kakak saya berkorban mencarikan biaya untuk saya agar tetap dapat kuliah seperti mereka. Kami selalu berikhtiar dan berdoa kepada Allah untuk kesembuhan ayah saya dan saya dapat kuliah. Alhamdulillah tak sia-sia usaha yang telah kami lakukan saat itu. Allah mendengar doa-doa kami, kami pun sangat berterimaksih kepada-Nya. Setelah itu, Ayah saya sembuh dan saya dapat kuliah di Universitas yang meskipun bukan impian saya saat itu. Tetapi saya mencoba berusaha untuk menyukai kampus itu, dan pada akhirnya saya tertarik juga dengan kampus itu. Saya yakin saya dapat sukses meskipun universitas itu bukan impian saya, tetapi saya berusaha untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Harapan saya kedepannya saya akan memberikan yang terbaik untuk orang yang saya sayangi khususnya kedua orangtua maupun keluarga saya. Serta menjadi orang yang sukses yang berguna bagi semua orang bahkan menjadi penerus untuk bangsa kita kelak di Tanah Air kita dalam memproleh pekerjaan yang baik dan halal.





