RSS

Pages

Post Icon

Pembenahan Transportasi Umum


Di ibukota kita sekarang, tepatnya daerah jakarta. Sudah tidak asing lagi dengan kata "macet". Kebiasaan macet yang terjadi saat ini di lingkungan jakarta sudah tidak bisa di hindarkan. Penyebab seperti itu karna transportasi umum seperti kopaja, mikrolet, metronomi atau bus-bus lainnya yang semakin semrawut dalam mengambil penumpang. Seperti mengetem sembarangan di sembarang tempat. Sebaiknya menurunkan atau mengambil penumpang di halte, fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah saat ini.

Disamping itu, transportasi umum saat ini sudah tidak aman lagi, seperti banyak kasus kriminal yang terjadi di dalam transportasi umum. Pemerintah sudah menyediakan transportasi umum lainnya seperti busway, tapi fasilitasnya masih kurang memadai, sebab masih banyak kasus kriminal yang terjadi. Tak hanya itu, busway juga sering menjadi sorotan bagi masyarakat karna sering membahayakan bagi penumpang.

Tak hanya itu, kereta api juga merupakan transportasi yang sering di minati oleh masyarakat. Untuk penggunaan transportasi kereta api untuk KA ekonomi bahkan masih ada yang naik di atap kereta padahal naik di atap kereta sangat membahayakan diri sendiri. KA Commuterline biasa juga di penuhi masyarakat pada waktu jam pulang kantor.
Sebaiknya PT.KAI menambah gerbong KAnya sendiri.

Langkah - langkah lain yang bisa mengatur pembenahan transportasi umum antara lain :
1. Langkah pertama yaitu segera memberlakukan integrasi tiket busway, kereta api Jabodetabek, dan buskota untuk mempermudah akses masyarakat dalam menggunakan angkutan umum. Menurutnya integrasi tiket dapat membantu warga Jakarta menggunakan moda transportasi yang berbeda tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang tinggi dan mempercepat warga sampai ditempat tujuan.
2. Langkah kedua yang diusulkan yakni memberlakukan zona parkir untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), fungsi pelayanan dan pembatasan kendaraan pribadi.
3. Langkah ketiga yaitu membenahi sistem kelembagaan di Dinas Perhubungan, dan Bina Marga/Jasa Marga.
4. Langkah keempat, memberi kewenangan kepada suku dinas masing-masing wilayah agar dapat bertanggung jawab terhadap kondisi dan lalu-lintas di wilayahnya dengan menerapkan local area traffic management (manajemen lalu-lintas area lokal).
5. Langkah kelima, melakukan penegakan hukum secara tegas dalam aturan lalu lintas di Jakarta guna membangun sistem transportasi yang aman, nyaman, dan murah.

Sumber :
http://jakarta.tribunnews.com/2011/10/21/tkj-usulkan-lima-langkah-pembenahan-transportasi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Etika Berpakaian di Kampus

Masa perkuliahan merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi para mahasiswa. Karena di masa perkuliahan ini, mahasiswa merasa telah mendapatkan sebuah kebebasan. Yaitu kebebasan dari dunia sekolah yang notabene banyak terdapat peraturan. Ya, di perkuliahan, para mahasiswa tidak perlu lagi memakai seragam, tidak perlu berambut pendek ataupun tidak perlu menggunakan sepatu seperti waktu sekolah dulu. Meskipun dalam beberapa mata kuliah atau waktu tertentu, ada peraturan yang mewajibkan mahasiswa menggunakan pakaian tertentu. Namun ini tidak begitu memberatkan mahasiswa, karena tetap saja mereka tidak perlu menggunakan pakaian yang sama dengan teman-temannya.

Bagi mahasiswa yang peduli akan penampilannya, dunia perkuliahan ini menjadi ajang untuk memamerkan fashion mereka masing-masing. Ada yang senang berpenampilan rapih, ada yang senang berpenampilan seperti roker, namun ada juga yang tidak peduli mengenakan pakaian apa dia ke kampus, yang penting dia dapat menimba ilmu disana.

Hal ini sebenarnya wajar-wajar saja, mengingat kemajuan teknologi kini membuat dunia fashion lebih global. Asalakan, mereka menggunakan pakaian yang sewajarnya. Terutama untuk para mahasiswi. Saat ini gaya berpakaian mereka lebih banyak yang menggunakan busana minim. Tentu saja ini sangat mengganggu proses belajar mengajar di kampus. Apalagi jika ada dosen pria atau teman mahasiswanya yang hidung belang. Ini bisa berdampak negatif bagi mahasiswi itu sendiri dan juga teman-temannya.

Tidak hanya mahasiswi, mahasiswa pun sering berpakaian kurang sopan. Seperti memakai sandal jepit, celana yang robek-robek, dan sebagainya. Cara berpakaian seperti ini rasanya kurang sopan, mengingat mahasiswa ke kampus akan menimba ilmu dari dosen, seorang guru besar yang patutnya kita hormati. Maka sesuai kebudayaan kita, jika ingin bertemu dengan orang yang dihormati, haruslah berpakaian sopan.

Meskipun gaya berpakaian merupakan suatu kebebasan bagi setiap orang, tapi orang tersebut juga harus tau apakah gaya berpakaian mereka sesuai pada tempatnya atau tidak. Jika ingin menggunakan pakaian tidur, selayaknya digunakan ketika mau tidur. Jika ingin menggunakan pakaian renang, selayaknya digunakan di kolam renang. Maka jika pergi kuliah, gunakanlah pakaian yang cocok untuk menimba ilmu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Royal Wedding


Pernikahan agung (Royal Wedding) putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kangjeng Ratu Bendara, BA dan Kangjeng Pangeran Harya Yudanegara, BA yang digelar pada 18 Oktober kemarin akan menjadi perhelatan yang indah sepanjang masa.
Gambaran kemegahan pernikahan Gusti Kangjeng Ratu Bendara, BA dan Kangjeng Pangeran Harya Yudanegara, BA sudah bisa terlihat dari busana yang bakal dikenakan keduanya. Seorang desainer batik, Afif Syakur sengaja didaulat langsung oleh istri Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas sekitar sembilan bulan lalu.

Pasangan Gusti Kangjeng Ratu Bendara, BA dan Kangjeng Pangeran Harya Yudanegara, BA akan mengenakana kain kampuh bermotif semen rojo berwarna biru kehitaman. Kain yang diberi logo inisial kedua calon pengantin, Y dan B, itu mirip aslinya yaitu kain kampuh yang menjadi warisan turun-temurun keluarga Keraton Ngayogjokarto Hadiningrat.

Achmad Ubaidillah, nama asli Pangeran Harya Yudanegara, akan diarak dengan menggunakan kereta Kyai Kanjeng Jong Wiyat yang merupakan kereta peninggalan keraton. Kereta itu diiringi 10 kereta lainnya koleksi keraton.

Pernikahan Gusti Kangjeng Ratu Bendara, BA dan Kangjeng Pangeran Harya Yudanegara, BA dihadiri 4.000 undangan. Pada saat pelaksanaannya, Jalan Malioboro dan sekitarnya ditutup.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

NEGERI 5 MENARA

Dalam novel ini bercerita tentang seorang anak muda bernama Alif Fikri Chaniago. Ia lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Sejak masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain sepak bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.

Pada suatu hari, tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya, belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti MAN JADDA WAJADA yang artinya "Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses".
Dia terheran-heran mendengar komentator sepak bola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS