RSS

Pages

Post Icon

Tugas AKS (Audit Sistem Informasi)

1. Konsep Dasar Informasi


Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan. 

2. Konsep Dasar Audit

Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemerikasaan untuk menilai dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau objek seperti implementasi pengendalian internal pada sistem informasi akuntansi yang pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang membutuhkan improvement. Proses auditing telah menjadi sangat rapi di Amerika Serikat, khususnya pada bidang profesional accounting association. Akan tetapi, baik profesi audit internal maupun eksternal harus secara terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan dan memperluas teknik, karena profesi tersebut akan menjadi tidak mampu untuk mengatasi perkembangan dalam teknologi informasi dan adanya tuntutan yang semakin meningkat oleh para pemakai informasi akuntansi.

3. Definisi Audit Sistem Informasi

Ron Weber (1999,10) mengemukakan bahwa audit sistem informasi adalah :
” Information systems auditing is the process of collecting and evaluating evidence to determine whether a computer system safeguards assets, maintains data integrity, allows organizational goals to be achieved effectively, and uses resources efficiently”.
“Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti - bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien”.

Ada beberapa aspek yang diperiksa pada audit sistem informasi:
- Audit secara keseluruhan menyangkut : efektifitas, efisiensi, availability system, reliability, confidentiality, dan integrity, serta aspek security.
- Selanjutnya adalah audit atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data, dan data file.
Proses audit sistem informasi dilakukan berdasarkan prosedur melalui tahap-tahap sebagai berikut :

  • Perencanaan Audit (Planning The Audit)
  • Pengujian Pengendalian (Test Of Controls)
  • Pengujian Transaksi (Test Of Transaction)
  • Pengujian Keseimbangan atau Keseluruhan Hasil (Tests Of Balances or Overal Result)
  • Penyelesaian / Pengakhiran Audit (Completion Of The Audit)

 4. Tujuan Audit Sistem Informasi

Tujuan Audit Sistem Informasi dapat dikelompokkan ke dalam dua aspek utama dari ketatakelolaan IT, yaitu :
  • Conformance (Kesesuaian) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu : Confidentiality (Kerahasiaan), Integrity (Integritas), Availability (Ketersediaan) dan Compliance (Kepatuhan).
  • Performance (Kinerja) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu : Effectiveness (Efektifitas), Efficiency (Efisiensi), Reliability (Kehandalan).

Tujuan audit sistem informasi menurut Ron Weber tujuan audit yaitu :
  1. Mengamankan asset
  2. Menjaga integritas data
  3. Menjaga efektivitas sistem
  4. Mencapai efisiensi sumberdaya.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

LOGIKA

REFERENSI dari 2 buku yaitu:






A. Pengertian Logika

Logika berasal dari kata Yunani "logos" yang berarti ucapan, kata, akal budi, dan ilmu. Secara singkat logika itu adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat). Ilmu pengetahuan itu sendiri adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu.

Logika ini dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, logika sebagai ilmu. Maksudnya logika menyelidiki hukum-hukum atau asas-asa pemikiran yang tepat, lurus dan semestinya. Kedua, logika sebagai seni atau keterampilan. Maksudnya keterampilan adalah seni atau kecakapan menerapkan hukum-hukum atau asas-asas pemikiran itu agar bernalar dengan tepat, teliti, dan teratur.

Logika adalah suatu keterampilan. Hal itu berarti orang yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang logika sebagai ilmu, tidak dengan sendirinya menjamin bahwa orang itu dapat bernalar dengan teliti, tepat, dan teratur.

Macam-macam logika ada 2 yaitu:

  1. Logika kodratiah

Logika ini ada pada setiap manusia, karena kodratnya sebagai makhluk rasional. Akal budi yang dapat bekerja menurut hukum-hukum logika dengan cara yang spontan.

Tetapi dalam hal-hal yang sulit baik akal budinya maupun seluruh diri manusia dapat dan nyatanya dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. Selain itu baik manusia sendiri maupun perkembangan pengetahuannya sangat terbatas.

2. Logika ilmiah

Logika ini membantu logika kodratiah. Logika ini memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi. Dengan ini, akal budi bekerja dengan lebih tepatm lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman.

B. Sejarah Logika

Orang pertama yang melakukan pemikiran sistematis tentang logika adalah filsuf besar yang berasal dari Yunani yang bernama Aristoteles (384-322 Seb. M). Awal mulanya dinamakan analitika dan dialetika. Analitika merupakan penyelidikan terhadap argumentasi-argumentasi yang bertitik tolak dari putusan-putusan yang benar. Sedangkan, dialetika merupakan penyelidikan terhadap argumentasi-argumentasi yang bertitik tolak dari putusan-putusan yang masih diragukan.

Menurut Aristoteles, logika adalah persiapan yang mendahului ilmu-ilmu. atau dapat dikatakan bahwa logika adalah alat (organon) untuk mempraktekan ilmu pengetahuan. Aristoteles meninggalkan enam buah buku yang oleh murid-muridnya diberi nama to Organon. Keenam buku itu adalah Categoriae (tentang pengertian-pengertian), De Interpretatione (tentang keputusan-keputusan). Analytica Priora (tentang silogisme), Analytica Posteriora (tentang pembuktian), Topica (tentang metode berdebat) dan De Sophisticis Elenchis (tentang kesalahan-kesalahan berpikir).

Theophrastus memperkembangkan logika Aristoteles ini.

Orang pertama yang menggunakan istilah logika adalah Cicero (abad I Seb. Masehi) yang diartikan sebagai "seni berdebat".

Kemudian pada permulaan abad ke III M.Alexander Approdisias menggunakan istilah logika dengan arti yang dikenal sekarang.

Logika modern dirintis oleh tokoh-tokoh Inggris antara lain A. de Morgan (1806-1871) dan George Boole (1815-1864). Usaha ini mencapai puncaknya dalam karya besar A.N. Whitehead dan Bertrand Russel, yang dikenal sebagai "Principia Mathematica".

C. Manfaat Logika

  • Logika menyatakan, menjelaskanm dan mempergunakan prinsip-prinsip abstrak yang dapat dipakai dalam semua lapangan ilmu pengetahuan (bahkan seluruh lapangan kehidupan).
  • Logika dapat menambah daya berpikir abstrak. Dengan demikian, logika dapat melatih dan mengembangkan daya berpikir manusia mejadi disiplin inteletual.
  • Logika mencegah pendasaran argumen pada otoritas, emosi dan prasangka.
  • Logika -di masa yang sekarang dikenal sebagi "era or reason" - membantu orang untuk mampu berpikir sendiri, dan tahu membedakan yang benar dari yang salah.
  • Logika membantu orang untuk apat berpikir lurus, tepat dan teratur sehigga orang itu memperoleh kebenaran dan menghindarikesesatan.


SUMBER:

  • ALEX LANUR OFM
  • ALEXANDER SERAN & MARIUS MULIADY WIJAYA

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS