RSS

Pages

Post Icon

PENTINGNYA TENTANG HUKUMAN DAN PENGHARGAAN DALAM ORGANISASI

Kata dasar dari hukuman itu adalah Hukum. Hukum itu sendiri adalah peraturan-peraturan yang dibuat oleh badan yang berwenang yang berisi perintah ataupun larangan untuk mengatur tingkah laku manusia guna mencapai keadilan, keseimbangan dan keselarasan dalam hidup. Dengan kata lain untuk mencegah terjadinya kekacauan dan lain sebagainya dalam hidup.

Sebagai contoh, dalam suatu negara pasti terdapat suatu peraturan-peraturan yang mengatur tentang hubungan orang atau warga negara dengan negara. Itu disebut hukum. Contoh lain dalam suatu masyarakat ataupun daerah terdapat suatu tata-cara dalam bertingkah laku dalam masyarakat atau daerah tersebut. Itu juga disebut hukum.

Oleh karena dengan adanya hukum mengatur tingkah laku masyarakat,agar dapat tercipta kehidupan yang aman,tentram dan adil,maka hukum mengatur berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari kegiatan bersosialisasi, berpolitik, berusaha, bersaing, berkereasi.sehingga hukum dalam menjalankan tugasnya haruslah memperhatikan ataupun mempertimbangkan aspek-aspek tersebut guna menciptakan hukum yang mempunyai kepastian hukum, adil dan membawa kemanfaatan bagi seluruh masyarakat.
hukum ada yang berwujud, rambu, aparat hukum, perilaku, sampai institusi, kesemua itu merupakan wajah-wajah hukum yang dapat ditemui dari persepektif sosiologi hukum.

Hukuman (bahasa Inggris: punishment) adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Dalam hal ini, hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh orang yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan tidak memberikan respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.

Secara umum hukuman dalam hukum adalah sanksi fisik maupun psikis untuk kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan. Hukuman mengajarkan tentang apa yang tidak boleh dilakukan.

Fungsi Hukuman

Ada tiga fungsi penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan:

  • Membatasi perilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan.
  • Bersifat mendidik.
  • Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan

Penghargaan ialah sesuatu yang diberikan pada perorangan atau kelompok jika mereka melakukan suatu keulungan di bidang tertentu. Penghargaan biasanya diberikan dalam bentuk medali, piala, gelar, sertifikat, plaket atau pita. Suatu penghargaan kadang-kadang disertai dengan pemberian hadiah berupa uang seperti Hadiah Nobel untuk kontribusi terhadap masyarakat, dan Hadiah Pulitzer untuk penghargaan bidang literatur. Penghargaan bisa juga diberikan oleh masyarakat karena pencapaian seseorang tanpa hadiah apa-apa.

Penghargaan juga memperlihatkan bahwa kita menganggap penting budaya tersebut. Pesan-pesan pentingnya sebuah budaya harus kita sampaikan terus menerus. Pesan dengan menyampaikan di dalam pertemuan atau setiap pagi sebelum memulai kegiatan memang efektif tetapi lebih efektif jika kita memberikan pesan secara tidak langsung. Penghargaan juga akan memicu orang-orang untuk melakukan yang terbaik. Sebaiknya penghargaan bukan untuk mereka yang paling di dalam bidangnya melainkan berikan target dan berikan penghargaan buat mereka yang melampui target yang ada. Penghargaan juga berfungsi untuk memperlihatkan bahwa kita sebagai atasan menghargai kinerja mereka yang sesuai dengan aturan yang berlaku.


sumber:

·h1. http://politikuskantor.blogspot.com/2010/12/pentingnya-hukum-dan-penghargaan.html

· h2. http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan

· h3. http://feardao.blogspot.com/

h44. http://id.wikipedia.org/wiki/Hukuman


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Tugas Soft skill


MOTIVATION AS A GOAL AND DIRECTION IN LIFE


Resensi buku:

Katalog dalam terbitan (KDT)

Gunarsa, Singgih D.

* Psikologi Olahraga prestasi/ oleh Singgih D.Gunarsa.

* Cetakan 2

* Jakarta: Gunung Mulia, 2008.XX, 159 hlm.:21 cm

ISBN 978-979-687-239-8

Tulisan ini mengenai cerita saya yang memotivasikan diri saya untuk kuliah. Sebelumnya saya akan menjelaskan tentang arti dari motivasi yang di ambil dari buku "Psikologi OLahraga Prestasi" oleh Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa yang artinya sebagai suatu kekuatan atau tenaga pendorong untuk melakukan sesuatu hal atau menampilkan sesuatu perilaku tertentu. Di dalam buku ini terdapat perumusan singkat dalam kaitan olahraga, diberikan motivasi dapat di ibaratkan oleh GH.Sage (1977) sebagai ‘Motivation can be defined simply as the direction and intensity of one's effor’t.

Motivasi dapat membangkitkan kita dalam hal yang bersifat negatif. Contohnya menjauhkan kita dari rasa ketakutan atau malas. Disamping itu juga ada motivator yang dapat menyemangatkan kita untuk bangkit dari keterpurukan. Jadi, jelas bahwa motivasi untuk menampilkan suatu perilaku tertentu, dilandasi oleh adanya keinginan untuk mencapai atau memuaskan suatu kebutuhan. Motivasi untuk melakukansesuatu dapat datang dari diri sendiri, dikenal sebagai motivasi intrinsik, serta dapat pula datang dari lingkungan, atau disebut motivasi ekstrinsik.

Motivasi instrinsik merupakan dorongan atau kehendak yang kuat yang berasal dari dalam diri seseorang. Semakin kuat motivasi intrinsik yang dimiliki oleh seseorang, semakin besar kemungkinan ia memperlihatkan tingkah laku yang kuat untuk mencapai tujuan. sedangkan Motivasi ekstrinsik segala sesuatu yang diperoleh melalui pengamatan sendiri, ataupun melalui saran, anjuran atau dorongan dari orang lain.

Hal yang membuat saya termotivasi untuk kuliah karena dari keluarga yang menjadi motivator utama bagi saya. Kedua, orang yang saya sayangi seperti pacar, sahabat dan juga teman-teman saya. Semenjak tingkat SMA saya ingin cepat-cepat lulus, karena saya berniat ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi, tepatnya di UI. tapi, takdir tak berpihak kepada saya. Saya gagal untuk masuk PTN yang saya inginkan. Saya merasa sangat malu kepada orang yang telah memberikan motivasi kepada saya. Pada akhirnya saya mencari Perguruan tinggi Swasta, yaitu mencoba mendaftar di Universitas Gunadarma. Tetapi, ada saja musibah yang menimpa keluarga saya. Orangtua yang sangat saya sayangi, yaitu Ayah saya. Menderita penyakit stroke dan harus menjalani masa kritis di RS. Uang yang kini sudah di siapkan untuk mendaftar saya kuliah, sementara harus dipakai untuk membiayai pengobatan untuk ayah saya. Lalu saya mengurungkan niat untuk mengundurkan diri untuk kuliah. Alhamdulillah saya tetap tabah dalam menghadapi cobaan ini. Akhirnya saya berniat untuk bekerja, tetapi kakak-kakak saya tidak mengizinkan saya untuk bekerja. Tak dapat di bayangkan usaha Ibu dan kakak-kakak saya berkorban mencarikan biaya untuk saya agar tetap dapat kuliah seperti mereka. Kami selalu berikhtiar dan berdoa kepada Allah untuk kesembuhan ayah saya dan saya dapat kuliah. Alhamdulillah tak sia-sia usaha yang telah kami lakukan saat itu. Allah mendengar doa-doa kami, kami pun sangat berterimaksih kepada-Nya. Setelah itu, Ayah saya sembuh dan saya dapat kuliah di Universitas yang meskipun bukan impian saya saat itu. Tetapi saya mencoba berusaha untuk menyukai kampus itu, dan pada akhirnya saya tertarik juga dengan kampus itu. Saya yakin saya dapat sukses meskipun universitas itu bukan impian saya, tetapi saya berusaha untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Harapan saya kedepannya saya akan memberikan yang terbaik untuk orang yang saya sayangi khususnya kedua orangtua maupun keluarga saya. Serta menjadi orang yang sukses yang berguna bagi semua orang bahkan menjadi penerus untuk bangsa kita kelak di Tanah Air kita dalam memproleh pekerjaan yang baik dan halal.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Manajemen Konflik : Tugas Teori Organisasi Umum

Manajemen Konflik
Mengelola konflik berarti kita harus meyakini bahwa konflik memiliki peran dalam rangka pencapaian sasaran secara efektif dan efisien. Mengelola konflik perlu skala prioritas, agar tidak menimbulkan kekacauan dalam koordinasi dan integrasi antar fungsi atau divisi dalam organisasi.

Tipe-tipe situasi konflik :

  • KONFLIK VERTIKAL, konflik terjadi antara atasan & bawahan
  • KONFLIK HORIZONTAL, terjadi antara sesama karyawan atau kelompok yg berada pd hierarkhi yg sama
  • KONFLIK GARIS STAFF, bila konflik terjadi antara staf pada bidang tertentu.
  • KONFLIK PERANAN, terjadi bila komunikasi antar anggota tidak kompetibel bagi pemegang peranan.

Fase-fase Konflik

  1. FASE KLASIK, konflik bisa muncul tapi bersifat sementara & hrs diselesaikan fihak manajemen.
  2. FASE HUB. ANTAR MANUSIA, konflik itu ada tapi bisa dihindari & perlu di atasi
  3. FASE KONTEMPORER, konflik adl hal yg tak dpt dihindari dari kehidupan organisasi. Konflik mrp kenyataan hidup yg hrs dipahami & bukan ditentang.

Kita harus bisa memanage suatu konflik dalam suatu organisasi agar konflik ini tidak berkelanjutan dan menyebabkan organisasi ini semakin hancur. Beberapa metode atau cara dalam mengatasi suatu konflik dalam organisasi antara lain:

- DOMINASI atau KEKERASAN yang BERSIFAT PENEKANAN OTOKRATIK. Ketaatan harus dilakukan oleh fihak yang kalah pada otoritas yang lebih tinggi atau kekuatan yang lebih besar.

-MEREDAKAN atau MENENANGKAN, metode ini lebih terasa diplomatis dlm upaya menekan dan meminimalkan ketidaksepahaman.

- KOMPROMI / JALAN TENGAH

- PEMISAHAN, pihak-pihak yg berkonflik dipisah sampai menemukan solusi atas masalah yg terjadi

- ARBITRASI, adanya peran orang ketiga sbg penengah untuk penyelesaian masalah

- Jalan terakhir ialah kembali ke aturan yang berlaku saat tdk ditemukan titik temu antara kedua pihak yg bermasalah.


Konflik dalam berorganisasi

Konflik internal dalam organisasi memang sering terjadi dalam dinamika organisasi. Konflik seperti ini tidak jarang menghasilkan ha-hal negatif, yang akan merugikan organisasi (perusahaan). Efisiensi dan efektifitas dalam suatu unit sosial (organisasi) akan bergerak menurun dengan munculnya konflik internal. Hal ini sejalan dengan pernyataan yang dimuat Gede Prama dalam bukunya yang berjudul "Prakek Kepemimpinan Berdasarkan Air" bahwa yang kita butuhkan dalam perusahaan bukanah budaya perusahaan, manajemen strategi ataupun konsep manajemen canggih lainnya, melainkan lobi dan kemampuan mengelola konflik internal.
Dalam artikel yang berjudul "Strategic Outcome of Human Resources Management", Paul A. Heavens memberikan gambaran tentang tingkat relevansi konflik internal dalam mengelola perusahaan. Ia membagi 4 tingkat hubungan antara organisasi dengan lingkungannya, sebagai berikut :
1. Internal Focus.
Perusahaan jenis ini sebenarnya bersaing dengan dirinya sendiri. Untuk itu, ekuitas dan hubungan manusia (public relation) menjadi sangat penting.
2. External Focus.
Tahapan ini kebalikan dari yang pertama. Fokus ditujukan kepada pesaing, karena hidup dan matinya perusahaan dititikberatkan pada kemampuan bersaing perusahaan, sehingga setiap langkah mesti konsisten dengan strategi bersaing.
3. The Organization Environment Boundary Focus.
Disini menekankan inovasi dan fleksibilitas menjadi kunci dalam pengelolaan. Karena tahap ini terjadi persaingan ke dalam maupun di luar perusahaan, maka inovasi diagitasi dengan kepekaan akan perubahan, dan stabilitas diciptakan melalui keamanan psikologis. Di sisi lain, adanya sanksi dapat memacu prestasi optimal.
4. The Inter Unit focus.
Usaha yang terdiri dari banyak unit menekankan pentingnya hubungan antara unit bisnis dalam mengelola usaha.

Keempat model yang dikemukakan Paul A. Heavens di atas, memungkinkan adanya konflik internal pada setiap tingkat (tahap). Namun, tahap pertama dan juga tahap yang ketiga memiliki derajat relevansi paling tinggi menimbulkan konflik internal. Jadi, dalam suatu unit sosial dibutuhkan manajemen strategi (action) dalam usaha penyelesaian konflik, agar dinamika dan cita-cita organisasi dapat berjalan dengan baik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Teori Organisasi

“Organisasi” sebenarnya berasal dari bhs Yunani, “organon” atau dalam bhs Latin, disebut “organum” yang artinya “alat, bagian, atau anggota badan”. Selanjutnya seiring berjalannya waktu, terjadilah perkembangan dalam pengertiannya. Dengan kata lain, (semakin banyak orang yang mengartikannya maka semakin banyak definisi dan semakin luas pula kata itu diartikan) Tapi dari sekian banyak definisi “organisasi”. Organisasi jga bisa dikatakan sekumpulan, individu, kelompok yang mempunyai tujuan, visi & misi tertentu untuk menampung / menyalurkan pikiran atau pendapat yang tidak sama (dengan kata lain berbeda).

Berikut ini beberapa pengertian organisasi menurut para ahli :

Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan “organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapaorang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.”

2.Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan “organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.”

3. Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan “organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompokorang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

4. James D Mooney berpendapat bahwa “Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose” atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.

5. Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa “Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.

6. Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa “Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.” (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).

Hal yang berbeda antara organisasi dan manajemen adalah organisasi sebagai alat atau wadah sekelompok orang dalam mencapai tujuan tertentu, sedangkan manajemen lebih mengarah kepada pengaturan atau pengelolaan untuk mencapai tujuan tersebut, adapun persamaan dari organisasi dan manajemen ialah sama-sama memiliki sasaran dan tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Hubungan Organisasi, Administrasi dan Manajemen
Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa sesungguhnya administrasi dan manajemen adalah sama, hanya saja istilah administrasi digunakan pada badan / organisasi pemerintah, sedangkan istilah manajemen dipergunakan untuk organisasi swasta. Administrator sama artinya dengan manajer, tetapi organisasi untuk pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada penggunaan istilah manajer untuk perusahaan swasta yaitu diantaranya manajer pemasaran, manajer pembelian dan lain-lain. Serta kepala bagian administrasi keuangan, kepala bagian administrasi kepegawaian dan lain-lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara administrasi organisasi dan manajemen adalah sebagai berikut :
1. Kepemimpinan merupakan arti dari manajemen

2. Melalui manajemen semua kegiatan di koordinir dan diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.

3. Administrasi merupakan suatu kegiatan pelayanan, termasuk di dalam kegiatan administrasi adalah kegiatan pengelolaan atau manajemen administrasi dapat dilaksanakan di dalam atau diluar organisasi (formal).

4. Organisasi (formal) merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan administrasi.

Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompokorang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Organisasi Dalam Arti Statis dan Dinamis

1. Organisasi dalam Arti Statis

Organisasi statis adalah gambaran secara skematis tentang hubungan kerjasama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu usaha untuk mencapai sesuatu tujuan.atau bisa diartikan juga sebagai organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan kerjasama dijalankan

2. Organisasi dalam Arti Dinamis

Organisasi dinamis adalah setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organis, mengadakan departemenisasi, menetapkan wewenang, tugas, dan tanggung jawab dari orang-orang di dalam suatu badan/organisasi. Atau di singkat sebagai kegiatan-kegiatan mengorganisir yaitu kegiatan menetapkan susunan organisasi suatu usaha. Dapat diartikan juga organisasi sebagai suatu sistem proses interaksi antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun informal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS